Komunitas Pelajar Peduli Gizi – SMP N 5 Tanggul

Defi Dina Aulia

“Salah satu hal yang saya pelajari dari ‘Saya Pemberani’ adalah bahwa kita gak perlu takut untuk membuat perubahan sekecil apapun perubahannya, dan semua itu bisa kita mulai dari diri kita sendiri dan saat ini juga” – Defi Dina Aulia, SMP N 5 Tanggul

Dina adalah salah satu peserta program Saya Pemberani dengan program inisiatifnya bernama Pelajar Peduli Gizi. “Semuanya berawal ketika saya menemukan makanan kadaluarsa yang dijual di kantin sekolah dan pasar makanan di dekat area sekolah”. Kekhawatiran Dina mulai muncul ketika anak-anak sekolahnya kurang menyadari akan bahaya konsumsi makanan yang telah kadaluarsa, terlebih Dina melihat melihat para pedagang makanan di sekitar wilayahnya mengabaikan pentingnya sanitasi yang bersih dan kualitas makanan yang dijual. “Kita perlu lebih memperhatikan masalah ini, dan anak-anak perlu memiliki kesadaran yang lebih, baik tentang makanan sehat ataupun bahaya makan makanan yang sudah kadaluarsa.

Sebagai calon pemimpin generasi penerus, kita perlu memastikan bahwa kita mendapatkan gizi yang tepat, untuk mempromosikan potensi pertumbuhan dan perkembangan dalam diri”. Dina menyadari bahwa mereka membutuhkan gerakan nyata untuk menyelesaikan masalah ini!

Ketika Saya PEMBERANI datang ke sekolahnya, Dina mengutarakan idenya di mana dia dan teman-temannya akan bertindak sebagai “Detektif Makanan”. Mereka akan pergi ke penjual makanan di sekolah, toko-toko lokal, dan pasar di sekitar daerah mereka untuk memeriksa apakah ada yang menjual makanan kadaluwarsa atau tidak. Mereka juga bertugas untuk mengedukasi para pedagang makanan tentang kebersihan dan sanitasi pangan,

pentingnya makan – makanan yang sehat serta kesehatan lingkungannya. Dengan dukungan dari sekolahnya dan izin dari aparat desa setempat, Dina dan timnya telah memeriksa dan mendidik penjual makanan di kantin sekolah dan pasar di lingkungan mereka. “Kami sudah mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah untuk mengerjakan proyek kami, kami akan membuat poster tentang makanan sehat, dan akan kami bagikan kepada pedagang makanan di lingkungan kami.” Proyeknya terdiri dari 3 gerakan utama, yaitu sosialisasi, edukasi, dan investigasi makanan kadaluarsa di kantin sekolah, toko makanan, dan pasar di sekitaran desanya.

Ide ini menjadi salah satu pemenang Tantangan Saya PEMBERANI dan mendapatkan dukungan lebih lanjut. Komunitas Pelajar Peduli Gizi mengembangkan gerakannya supaya teman-teman sebaya mau membaca label pangan sebelum memilih makanan. Selain tanggal kadaluarsa, banyak informasi penting pada label pangan yang tidak mendapat perhatian dari rekan-rekan seusianya. Komunitas ini berharap agar lebih banyak teman-teman yang mengerti untuk membaca label sebelum memilih makanan. Mereka juga berharap agar makanan yang lebih sehat dapat lebih tersedia di lingkungan sekolah dan daerahnya.