EAT GOOD, FEEL GOOD

“Healthy food may be good for the conscience but french fries taste a hell of a lot better.”

Hayooo…siapa nih yang punya pendapat kayak gini? Coba diingat-ingat seberapa sering kamu makan sayur dan buah-buahan dibanding kentang goreng, burger, minuman bersoda dan teman-teman ‘junk food’ lainnya? Memang sih yang namanya cemilan tidak sehat itu sangatlah menggoda. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh GAIN tahun 2017 menunjukkan bahwa para remaja puteri makan cemilan lebih dari dua kali setiap hari. Bahkan, cemilan bisa menjadi pengganti makanan utama mereka. Alasannya, selain rasanya enak dan harganya murah, cemilan bisa mengisi kebosanan dan menjadi hal yang penting saat belajar kelompok.  

Padahal menurut penelitian lainnya, cemilan yang dikonsumsi para remaja hampir seluruhnya mengandung salah satu dari unsur tinggi karbohidrat/gula, tinggi lemak jenuh dan juga tinggi garam atau perisa makanan lainnya. Data lain juga menunjukkan bahwa setiap 1 dari 4 remaja minum minuman soda sekali atau lebih setiap hari dan lebih dari setengah jumlah responden mengonsumsi fast food satu kali seminggu!

Kondisi ini tentu saja sangat menyedihkan dan menjadi faktor meningkatnya angka kegemukan dan obesitas pada remaja setiap tahun. Ibarat gadget yang diisi ulang dengan pengisi baterai yang tidak berkualitas, tubuh juga menjadi cepat lelah, sering pusing dan tidak bersemangat jika mengonsumsi makanan yang tidak berkualitas terus menerus. Dampak lebih besar lagi adalah timbulnya penyakit tidak menular seperti diabetes tipe-2, tekanan darah tinggi, bahkan penyakit jantung dan kanker di usia muda. Ngeri banget, kan?

Nah, sadar nggak sih kalau makanan yang kita makan sangat bergantung pada apa yang tersedia di sekolah, mall, gerai makanan maupun penjual makanan di jalan? Memang harus diakui akses ke makanan sehat yang enak dan bergizi sulit dijangkau. Lalu, gimana caranya agar kita generasi muda tidak terjebak dalam pola makan yang kurang sehat seperti ini? Tentunya diawali dengan kesadaran dan kemauan untuk melakukan perubahan. Ingat, perubahan sekecil apapun bisa memberi dampak yang besar! Misalnya saja nih, mengurangi minuman ringan dan memperbanyak minum air putih, atau mengganti cemilan tinggi garam, lemak dan gula dengan semangkuk buah. Setelah mulai dari diri sendiri, siapa tahu kamu bisa mulai mengubah lingkungan di sekitarmu. Atau yang lebih besar lagi, bahkan memulai gerakan perubahan agar makanan enak yang lebih sehat dan bergizi dapat selalu tersedia bagi kamu dan teman-teman generasi muda lainnya.

Pertanyaannya, BERANI nggak kamu memulainya?